Polytron Prime 7S - Smartphone Premium dari Polytron

polytron prime 7s
Polytron Prime 7S
Produsen peranti elektronik dalam negeri PT Hartono Istana Teknologi (atau yang lebih dikenal dengan nama merek Polytron), baru saja merilis smartphone premium, yaitu Polytron Prime 7S. Bagi kalangan internal Polytron, produk ponsel cerdas ini digadang - gadang bisa melejit di pasar dan kontribusinya dapat menyaingi posisi penjualan kulkas Polytron yang sudah mapan di pasar.

Masuknya Polytron di bisnis smartphone sesungguhnya bukan langkah baru. Sejak 2013, Polytron menjajal pasar ini dengan meluncurkan ponsel pintar untuk kelas low end, yang dibagi menjadi dua varian, yaitu Rocket dengan harga dibawah 1 juta, dan Zap di kisaran harga Rp. 1 - 2 juta.

Kehadiran Polytron Prime 7S bisa dibilang tonggak baru bagi produsen elektronik itu. Tak mengherankan, Roberto Setia - Budi Hartono, Business Development Officer Polytron, sangat percaya diri produk tersebut akan diterima pasar dengan baik. "Lahirnya Polytron Prime 7S adalah hasil dari kepekaan dan konsistensi Polytron terhadap kebutuhan smartphone yang canggih di Indonesia", ujarnya.


Sebelum meluncurkan ponsel flagship tersebut, Polytron menjalankan serangkaian survei untuk mencari tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat. Berdasarkan riset internal Polytron, ternyata masyarakat Indonesia semakin menggemari ponsel yang memiliki desain mewah, menggunakan material dasar metal dan kaca. Dari situlah kemudian Polytron berusaha memenuhi ekspektasi konsumen. Polytron Prime 7S diluncurkan dengan desain bodi tipis tetapi cukup elegan. Dengan memadukan dual glass body dan metal frame, smartphone yang dapat beroperasi di jaringan 2G, 3G, dan 4G (LTE) ini, terlihat mewah dan cukup nyaman digenggam.

Menurut Roberto, Polytron bekerja sama dengan design house terkemuka di luar negeri, yakni MediaTek asal Taiwan, dalam hal desain dan teknologi. Untuk memproduksinya, Polytron Prime 7S dirakit di fasilitas produksi Smartphone Polytron di Kudus, Jawa Tangah. Standar kualitas yang tinggi dibuktikan dengan diterapkannya proses tes RF Network and Connectivity dengan memakai RF Shield Box, sesuai dengan persyaratan 3GPP.

Nampaknya Polytron menyadari bahwa untuk mencapai penjualan yang baik, harus dimulai dengan kualitas produk yang baik. "Kami memastikan bahwa konsumen sudah mendapatkan perangkat komunikasi yang memenuhi standar kualitas kelas dunia", ujar Roberto.

polytron prime 7s
Polytron Prime 7S
Guna menghadapi persaingan yang ketat di pasar smartphone, Polytron Prime 7S diposisikan sebagai produk yang bisa memenuhi kebutuhan pengguna lokal. Satu keunikan ponsel cerdas buatan polytron yang tidak dimiliki para pesaingnya adalah dibekali dengan sebuah sistem operasi berbasiskan Android, yaitu Fira OS, yang dikembangkan oleh perusahaan pengembang software dari dalam negeri. Dengan sistem operasi itu, dikatakan Roberto, Polytron berusaha mengedepankan unsur inovasi lokal, sebab Fira OS merupakan hasil penelitian mereka di pusat R&D Polytron, Jakarta.

Salah satu fitur andalan Fira IS adalah Fira TV, yang memungkinkan pengguna dapat menikmati layanan video streaming 24 jam nonstop dari kanal berita, olahraga, film, dan lainnya. Fitur andalan lainnya adalah Fira Store yang memudahkan pengguna membeli token listrik, pulsa elektrik, dan voucher game cukup lewat smartphone buatan Polytron. Menurut Roberto, ke depan fitur - fitur itu akan terus ditambah sehingga semua kebutuhan konsumen dapat terpenuhi dengan mudah cukup lewat satu genggaman.

Tekno Wibowo, Direktur Pemasaran Polytron, mengatakan saat ini banyak smartphone  di pasar yang tidak dibuat untuk pengguna Indonesia, sehingga cenderung membingungkan konsumen. Dari sanalah, disebutkan Tekno, Polytron memanfaatkan celah/peluang yang ada. "Tantangannya, bagaimana kami bisa membuat handphone yang semua fiturnya disa jalan di Indonesia, karena sekarang ini banyak handphone yang fiturnya bagus tapi tidak bisa dijalankan disini", kata Tekno.

Meski begitu, Tekno mengaku tidak mengejar target yang muluk dari kehadiran Polytron Prime 7S. "Kami hanya menargetkan bisa menjual 30 ribu unit per bulan", ujarnya.

Langkah Polytron masuk ke pasar smartphone kelas premium ini dinilai tepat oleh Sumardy, pengamat Pemasaran Buzz&Co. Ia menilai, dengan Polytron Prime 7S yang dibanderol seharga sekitar Rp. 3.8 juta, Polytron tengah mencoba menawarkan harga yang terjangkau untuk konsumen yang mengharapkan fitur premium. Toh, selama ini Polytron punya sejarah panjang melayani konsumen Indonesia dalam hal produk elektronik. Nama besar tersebut, menurut Sumardy, pastilah akan menempel pula di lini bisnis smartphone-nya. "Kredibilitas mereknya akan tertransfer dengan sendirinya", kata Sumardy yakin.

Sumber  : Majalah SWA edisi 26 08 - 19 Desember 2016

Polytron Prime 7S - Smartphone Premium dari Polytron Polytron Prime 7S - Smartphone Premium dari Polytron Reviewed by Ryan Anggasaputra on 8:11:00 AM Rating: 5

No comments:

Ads

Powered by Blogger.